Surat Terbuka Mahasiswa Baru Amikom

 

Surat Terbuka Mahasiswa Baru

Ketika saya membuat tulisan ini, saya sadar bahwa kalian mungkin tidak mengenal saya, slow lah.

 

Follower IG saya belum mencapai ½k, itu menunjukkan bahwa memang saya tidak famous. Memang tak penting-penting amat, tidak membantu kehidupan kuliahmu di Amikom juga kan?

Sepinya tulisan daring LPM Journal belakangan ini merupakan salah satu hal yang menggenjot saya menulis surat ini. Entah apa yang membuat Lembaga Pers Mahasiswa Universitas ini kurang produktif menulis, saya kurang tahu. Tapi dengan hal itu saya lebih percaya diri, bahwa tulisan saya akan lebih mudah dimuat.

Selamat datang, saya ucapkan kepada kalian yang sudah diterima di Universitas Amikom Yogyakarta, Kampus biasa aja. Sebuah tempat yang berisi gedung berwarna ungu dan pria berdasi serta wanita yang mungkin kelak akan menjadi jodoh kalian.

Kenapa kampus ini biasa aja? Ya memang tidak ada yang berbeda dengan kampus lain. Yang berbeda mungkin gedungnya yang berwarna ungu dan mahasiswa berdasi.

Lalu dosennya? Ada yang bagus, yang bisa membuat birahi kita terus muncul dalam mencari ilmu, tapi ada juga yang ghoib.

Dan yang paling biasa dalam dunia kampus adalah biaya kuliah yang semakin mahal.

Dengan ini mungkin menjadi penyebab keuangan kampus jadi aman, fasilitas meningkat, hingga membiayai kalian lomba di luar negeri kelak.

Tapi di lain pihak, ada beberapa calon mahasiswa atau bahkan mahasiswa yang tidak sanggup membayar uang kuliah.

Bidikmisi? Ya coba lihat ada mahasiswa yang sebenarnya mampu membayar, namun lebih memilih menjadi penipu.

Ahh, mungkin itu hanya pikiranku saja. Semoga kalimat di atas tidak benar, hanya suudzon saja. Aminn.

Tapi jika benar, saya sebagai senior meminta maaf karena tidak bisa mengadvokasi kalian. Tidak bisa memaksa kampus atau negara untuk menciptakan pendidikan tinggi yang ramah di kantong. Sehingga orang tua kalian tidak perlu menjual ternak, menjual sawah, menjual emas atau meminjam uang saudara.

Sudahlah, lupakan!. Yang perlu kalian tau, nantinya akan banyak senior-senior seperti saya. Hobinya tebar pesona, yang sok kuasa atas semua yang ada di dunia ini, sok idealis, sok tau. Ya pokoknya sok lah.

Padahal di balik itu semua, ketika mereka ada tugas, ya mereka menggunakan sistem kebut semalam, sumber pustaka mereka semua dari google, yang terpenting adalah wacana mereka akan keadaan di masyarakat hanya “begitu”, tapi niatnya ingin menjayakan Indonesia.

Rasakan semua pengalaman di kampus nanti. Ikut organisasi misalnya, kalau males berorganisasi juga tidak apa-apa. kalau hanya numpang nyari ijazah juga tidak apa-apa.

Walau tidak enak, sebaiknya jalani saja. Nanti juga, ehhh, LULUS. Atau mungkin kalian ingin SBMPTN lagi tahun depan juga gak apa-apa.

Karena memang kampus kita biasa saja. Yang membuat spesial adalan orang-orang di dalamnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *