Mahasiswa vs Teknologi

Mahasiswa dirasa mampu merubah kualitas Negara dengan budayanya, yaitu menulis, membaca dan berdiskusi. Mahasiswa kerap dijuluki agent of change. Namun, Budaya itu masih ada?

Kita berbicara tentang mahasiswa yang dahulu membuat orang yang mendengar nama mahasiswa akan berdecak kagum dan iri. Betul?. Iya “DULU” mahasiswa kebanyakan menjalani kuliahnya dengan serius dan tekun, senang dan bersemangat saat tugas numpuk dari dosen. Perubahan zaman terhadap kehidupan mahasiswa di kampus mempunyai efek yang besar.

Penyebab kemunduran peran mahasiswa bisa karena faktor internal maupun eksternal. Kurangnya motivasi dan kesadaran pada diri mahasiswa itu sendiri adalah faktor internal. Sedangkan faktor eksternal yaitu yang berasal dari luar tubuh mahasiswa itu sendiri, seperti teman ataupun pola kegiatan yang dilakukan. Teknologi sekarang juga turut andil dalam penurunan minat baca mahasiswa. lebih menyenangkan bagi mahasiswa, seperti bermain game, kecanduan sosmed, dan mungkin ngerumpi.

Melek teknologi memang baik, tapi jika sudah menjadi “candu” itu dapat merugikan dirinya. Asyik dalam dunia maya, sehingga melupakan interaksi dengan lingkungan sekitar. Tentunya akan menyebabkan ketidakpedulian mahasiswa terhadap urusan kampus, apalagi Negara. Sehingga tidak ada keinginan untuk mengembangkan kualitas Negara. Budaya menulis dan membaca pun berubah menjadi membaca dan menulis di sosmed (timeline). Syukur-syukur ada manfaat dan provit-nya.

Keingintahuan mahasiswa terhadap informasi pribadi orang lain, kata lainnya yaitu “KEPO” juga telah menjadi kebiasaan, ini menyebabkan cara diskusi sebagian mahasiswa berbeda. Bukan diskusi masalah kampus atau Negara, melainkan meng-gosip-kan kehidupan orang lain. Miris!!!

Mahasiswa seharusnya harus mampu menunjukkan bahwa mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada masyarakat, dan juga mampu memberikan solusi cerah dan sikap positif dalam menyelesaikan persoalan. Minimal mengurangi kegiatan-kegiatan yang merugikan diri sendiri dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, agar tujuan Negara ini dapat tercapai.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *