Kecemasan dan Harapan di Tanah Lapang

Dua tiga empat orang mulai berdatangan di pagi buta,

Pada sebuah tanah lapang dengan aroma wangi,

Melangkah atau lumpuh

Maju atau lenyap

Dengan sebatang bambu

Untukmu menumpas peluru

Tak tumbang dalam waktu

Tak luntur dalam hasutan

 

Mereka hanya melawan

Walau nyawa akan hilang

Mereka hanya menyerbu

Walau tangan hanya ada bambu

Berbilah sembilu menumpas nafsu

Meraung merangkak terengah buru

 

Kerumunan orang telah memadati lapangan pagi itu

Bersesak-sesak tanpa alas sambil berpegang bambu runcing

Berdiri tegap dan menopang dada

Penuh sesak ia berteriak

Melangkah atau lumpuh

Maju atau lenyap

Seketika hening waktu itu

Cemas, penuh harap

 

Yogyakarta, 10 November 2017

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan ke temanmu agar tahu juga!

Satu tanggapan untuk “Kecemasan dan Harapan di Tanah Lapang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *