Penulis: Anis Kemala

How about some miracle of green tea?

Kita, Bukan Aku Tanpa Mu

 

Ku ucapkan selamat malam atas pertemuan ini

Ku yakin pertemuan ini bukan tanpa sengaja

Ini kehendak sang pencipta

Tunggu sebentar

Jangan bicara, mari kita berjalan saja

Ada sebuah pertemuan yang harus kita hadiri

Ini undangan dariNya

 

Apa sayapmu terluka?

Kenapa tak jua beranjak?

Kau bisa bicara denganku sekarang

Tolong katakan sesuatu

Aku sangat khawatir denganmu

 

Tuhan ciptakan dunia dengan jutaan ribu jalan

Aku tak peduli jalan mana saja yang telah kau tempuh

Kita dipertemukan untuk berjalan bersama

Dengar, sepasang jarum jam itu telah jauh beranjak

Semakin jauh semakin nyaring bunyinya

 

Kita harus segera pergi

Kita! Bukan aku tanpamu

Kita! Bukan aku tanpamu

Kita! Bukan aku tanpamu

 

Tidakkah jantungmu berdegup semakin kencang?

Telingakupun semakin sakit mendengar jarum jam itu berlarian

Dan kenapa kau tetap diam

Ku akan pergi untuk meminta pertolnganNya

Aku pastikan kembali

Dan Kita hadiri undanganNya bersama

Kita! Bukan aku tanpamu

Yakinkah Kau Masih Hidup?

 

Diamlah…

Dan dengarkan

Tak adakah suara?

Jadi, sumber suara itu yang mati?

Atau kau yang mati tak dapat mendengar?

Yakin kah kau masih hidup?

Buka matamu perlahan

Apa yang kau lihat?

Tempat yang sama sebelum kau menutup mata?

Sudah kau temukan dirimu disampingmu?

Yakin kah kau masih beraga?

Atau kau hanya belum menemukan dimana ragamu?

Yakinkah kau masih hidup?

Waktu itu fana!

Berhenti disatu waktu yang tak disadari

Sedang apa kau sekarang jika waktu itu enggan menyapamu detik ini?

 

 

Puisi : Anis Kemala | Ilustrasi : AdiAriy8

Kenapa Harus Bicara

Berceritalah maka akan kudengar

Seperti hujan syahdu di senja hari

Rintiknya keras jatuh kebumi

Namun bukan sendiri, ia bernyanyi

Guyonan renyah dari langit

Melihat esok mentari kan jemput

Hujan-hujan senja itu kembali

Kenapa harus bicara?

Itu bukan nada yang sesungguhnya

Cobalah naikan sedikit

Kenapa! Harus bicara?

Tenanglah sepertinya mentari tak sepanas itu

Kenapa? Harus biacara!

Ya, itu jawabannya