Bangun Toleransi Dalam Masyarakat Plural, Redam Terorisme

LPMJournal.id — Berbicara tentang terorisme, persoalan terorisme hanya terjadi di Indonesia? Tidak. Namun sudah menjadi permasalahan transnasional, biasanya disebut Transnasional Organized Crime.

Menurut etimologi, terorisme berasal dari anak kata “to terror” yang artinya “gemetar atau menggetarkan”. Menurut Meriam Webster, pada tahun 1996, terorisme yaitu membuat ketakutan dengan melakukan intimidasi dan ancaman untuk menakut-nakuti.

Tidak hanya dilakukan secara fisik, namun terorisme juga menargetkan tekanan secara psikis dan mental pada seseorang. Sebagai contoh, segala sesuatu yang didalamnya menyebabkan kekhawatiran dan ancaman kepada korban, tindakan ini dapat diklasifikasikan sebagai tindakan terorisme.

Perilaku teror berlaku untuk setiap usia. Dari anak-anak hingga usia lanjut, mereka dapat melakukan tindakan terorisme tanpa sadar. Sehingga edukasi dan pemahaman lebih lanjut tentang terorisme harus mulai diberikan kepada anak di usia dini.

Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, terorisme sering disangkut pautkan dengan isu agama dan kepercayaan. Hal ini menimbulkan perpecahan maupun pertikaian akibat kesalah pahaman antar umat beragama.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa terdapat konflik persenjataan di Filipina selatan, kelompok yang menyatakan setia pada Negara Islam Irak Suriah (NIIS) mencoba menguasai Asia Tenggara.

Kehadiran mereka tidak hanya menjadi persoalan domestik Filipina. Tekanan dari koalisi Internasional di Irak dan Suriah yang berhasil menghancurkan basis basis utama NIIS di Raqqa dan Mosul serta masifnya infiltrasi ide-ide yang mereka bawa telah memicu perhatian ASEAN.

Di negara-negara Asia Tenggara, tindakan Extremisme, redikalisme dan terorisme telah menjadi isu utama.

Pertemuan antar wakil negara kawasan dibentuk untuk membahas peningkatan kerja sama serta membentu tim khusus yang bertujuan untuk menghadapi segala bentuk ancaman di Asia Tenggara termasuk isu terorisme.

Langkah terbaik saat ini untuk menghindari sikap terorisme di sekitar kita, salah satunya dengan memulai membuka lingkungan yang bersih dari sikap mengancam, pemahaman yang dalam tentang agama dan kerukunan bermasyarakat harus mulai diterapkan pada diri kita sendiri.

Sikap toleransi antar umat beragama yang kuat adalah salah satu kunci keberhasilan melawan tindakan terorisme.

 

Tinggalkan Balasan